PALU– Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melebarkan sayap organisasinya ke Sulawesi Tengah (Sulteng) usai dimekarkan dari IDAI Sulawesi Selatan pada Oktober 2021 lalu.
Pemekaran ini berlanjut dengan pelantikan pengurus IDAI Cabang Sulteng pada Rabu (2/2/2022) di sebuah hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu. Acara dihadiri para direktur rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, institusi kesehatan, dan mitra kerja.
Pengurus pusat IDAI yang diwakili ketua II, dr Mulyadi saat itu menyerahkan surat keputusan pelantikan kepada Ketua IDAI Sulteng, dr Amsyar Praja.
Dia menitip harapan ke pemerintah provinsi agar mengayomi dokter-dokter spesialis anak yang ada di Sulteng untuk membantu meningkatkan pelayanan sistem kesehatan.
“Seberat apapun masalah di lapangan bisa diselesaikan asal kita bekerjasama,” ungkapnya.
Senada dengan harapan pengurus pusat, Kadis Kesehatan merangkap Ketua IDI Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra meminta kolaborasi dokter anak, khususnya dalam menurunkan stunting, kematian ibu melahirkan dan penyakit menular.
Terkait vaksinasi anak, dia menyampaikan baru saja dimulai beberapa pekan lalu, sehingga capaiannya pun baru sekitar 4% dari 366 ribu anak usia 6-11 tahun yang ditargetkan.
“Peran dari teman-teman dokter spesialis anak di pusat-pusat kesehatan primer sangat diharapkan,” titipnya mengajak.
Sementara gubernur yang diwakili Wakil Gubernur (Wagub), Ma’mun Amir menyampaikan bahwa penanganan stunting masuk sebagai prioritas pembangunan selain penurunan angka kemiskinan dan infrastruktur.
Dia menuturkan, dengan hadirnya IDAI Sulteng, semoga memberi terobosan-terobosan untuk percepatan penurunan stunting.
“Tolong beri informasi bagaimana menyelesaikan stunting,” katanya.
Dia juga menekankan kepada para dokter spesialis anak agar mengedepankan fungsi sosial dalam memberi layanan prima yang sepenuh hati ke masyarakat agar sama-sama menyelesaikan masalah dengan tidak membuat masalah baru. LAH










Komentar