BKKBN Sulteng Targetkan 22.604 Akseptor KB

-Utama-
oleh

PALU– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan bahwa salah satu program yang dicanangkan pemerintah yaitu Keluarga Berencana (KB) di wilayahnya dinilai baik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pembina Penyuluh KB BKKBN Sulteng, Eli Kusnaeli saat ditemui jurnalis media ini, Jumat (17/6/2022).

Dia mengatakan, kesadaran masyarakat dalam mengatur jumlah kelahiran cukup tinggi.

“Berdasarkan catatan kami dari 100 pasangan subur, 53 diantaranya saat ini sedang menggunakan kontrasepsi,” ucapnya.

Pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik jika perempuan dalam kondisi usai kelahiran anak kedua.

Sebab pada kelahiran anak pertama dan menuju kedua pihak BKKBN tidak bisa memberikan kontrasepsi.

“Semua pelayanan yang kami berikan gratis. Silakan keluarga yang telah memenuhi syarat untuk pergi ke klinik bekerjasama dengan BKKBN atau ada program KB,” ungkapnya.

Pihak BKKBN Sulteng menargetkan sebanyak 22.604 akseptor atau pengguna KB. Menurutnya, dengan program ini bisa menurunkan angka stunting di Sulteng.

Berdasarkan data BKKBN, Sulteng mencapai angka 29,7 persen dalam kategori stunting. Dimana jauh dari standar nasional yaitu 14 persen, atau standar provinsi 16 persen.

Adapun tiga kabupaten penyumbang stunting terbanyak ialah Kabupaten Sigi dengan capaian 40,7 persen, Parigi Moutong 31,7 persen, dan Banggai Kepulauan 30,6 persen.

Sementara Kota Palu merupakan daerah paling minim angka stunting di Sulteng dengan capaian 23 persen. ZEN

Komentar