Dinas Damkar Palu Latihan Penyelamatan Asah Kemampuan

-Utama-
oleh

PALU– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palu di Sulawesi Tengah mengasah kemampuan personel dengan menggelar latihan penyelamatan (rescue) di air dan tempat ketinggian dalam menghadapi situasi darurat.

“Tindakan penyelamatan adalah bagian dari tugas kami, maka personel harus memiliki kemampuan rescue dan menguasai teknik-teknik dasar, selain tugas memadamkan api,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Palu, Sudaryano R Lamangkona pada pelatihan teknik penanggulangan kebakaran dan penyelamatan di Palu, Senin (7/11/2022).

Dia menjelaskan, setiap personel harus memiliki keahlian menjalankan tugas di lapangan karena pekerjaan yang diemban memiliki risiko tinggi karena berhadapan langsung dengan situasi berbahaya.

Oleh karena itu, kata dia, selain berkemampuan khusus, personel juga harus memiliki keberanian dalam menjinakkan api dan mengupayakan pertolongan terhadap kondisi yang membahayakan keselamatan manusia, baik di darat maupun di air.

“Tanggung jawab ini harus dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dalam berbagai penanggulangan bencana alam, kami selalu terlibat melakukan evakuasi, selain itu kami juga memiliki tim reaksi cepat,” ujarnya.

Pada pelatihan ini, kata Sudaryano, peserta berjumlah 41 orang terdiri dari 30 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, 10 orang relawan pemadam kebakaran dan dua personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu.

Pelatihan berlangsung selama lima hari mulai 7-11 November 2022, diawali dengan teori dasar atau materi ruangan, dan dilanjutkan dengan simulasi.

Setelah proses materi ruangan selesai, kata Sudaryano, akan dilakukan pada tebing vertikal dan kawasan perairan.

“Diperlukan kekompakan, pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan mengaplikasikan teori yang dipelajari selama pendidikan dan pelatihan.

Sudaryano juga memaparkan bahwa penanganan situasi darurat (kebakaran), dan kondisi membahayakan keselamatan manusia harus ditunjang dengan kesiapan sumber daya manusia dan peralatan karena tugas yang dijalankan bukan dilakukan secara individu, melainkan dalam bentuk tim.

“Personel kami kurang lebih 100 orang. Ke depan kami perkuat sarana dan prasarana pendukung untuk peralatan penyelamatan di air di antaranya perahu karet, dan alat selam,” ujarnya. Sebab, menurut dia, dilihat dari geografisnya, Kota Palu merupakan salah satu daerah di Sulteng rawan terhadap bencana alam, begitu pun dari tingkat kepadatan bangunan juga memiliki kerawanan potensi bahaya kebakaran. ANT

Komentar