Brigade IDF Kembali Mundur dari Gaza

-Internasional, Utama-
oleh

GAZA– Pasukan penjajahan Israel (IDF) kembali menarik salah satu brigade cadangannya dari Jalur Gaza. Mereka juga memutuskan untuk mengurangi pasukannya yang ditempatkan di daerah yang berdekatan dengan perbatasan Lebanon.

Radio Tentara Israel mengatakan bahwa Brigade Cadangan Kelima meninggalkan Jalur Gaza pada Selasa (30/1/2024) malam. Mereka menjelaskan bahwa penarikan tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah pasukan di Jalur Gaza.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth juga melaporkan bahwa militer Israel memutuskan untuk mengurangi pasukannya yang ditempatkan di daerah yang berdekatan dengan perbatasan Lebanon. Tim keamanan lokal akan melakukan proses untuk menanggapi insiden keamanan di daerah tersebut.

Pekan lalu, tentara pendudukan mengumumkan penarikan dua brigade cadangan dari Jalur Gaza. Saluran televisi resmi Israel, KAN, mengatakan bahwa tentara menarik dua brigade tersebut setelah misi mereka berakhir.

Menurut saluran ini, Brigade Kiryati Pertama meninggalkan Gaza selatan pada Sabtu malam lalu setelah ribuan anggotanya berpartisipasi dalam pertempuran sengit melawan anggota perlawanan Palestina di Khan Younis. Yang kedua adalah Brigade Pasukan Terjun Payung, yang dikenal sebagai “Ujung Tombak” dan terdiri atas lima batalion.

Dalam waktu kurang dari sebulan, tentara pendudukan menarik beberapa brigade dari pasukannya di Gaza. Ini termasuk Batalyon 7107, Divisi 36, dan Batalyon 13 Brigade Golani.

Pada Rabu, tentara penjajah mengakui terbunuhnya seorang perwira dan dua tentara, serta luka serius lainnya, dalam pertempuran di utara dan selatan Jalur Gaza. Menurut angka resmi Israel, jumlah korban tewas di kalangan tentara dan perwira Israel menjadi 560 orang sejak 7 Oktober 2023 dan 223 orang sejak dimulainya operasi darat di Gaza pada 27 Oktober 2023.

Namun, Perlawanan Palestina mengatakan, jumlah tersebut jauh lebih tinggi jika melihat kerugian besar yang mereka timbulkan saat melawan pasukan Israel.

Kemarin juga diumumkan bahwa 26 tentara terluka dalam waktu 24 jam dalam pertempuran di Jalur Gaza. Hal itu membuat jumlah pasukan Israel yang terluka telah meningkat menjadi 2.797 sejak awal perang, termasuk 1.283 orang yang terluka sejak dimulainya serangan darat pada 27 Oktober 2023.

Ketika perundingan gencatan senjata berlanjut, kelompok perlawanan Palestina telah mengintensifkan serangan mereka terhadap pasukan Israel yang maju di beberapa wilayah, termasuk Gaza utara.

Namun, pertempuran di front selatan masih menjadi yang paling intens, dengan semua kelompok besar Perlawanan Palestina melaporkan banyak operasi yang menargetkan tank Israel, buldoser militer, dan kumpulan tentara. Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, kemarin melansir bahwa mereka menargetkan tank Zionis Merkava dengan peluru tandem di lingkungan al-Amal, sebelah barat kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza.

Brigade al-Qassam juga menghancurkan tank Merkava Zionis dan buldoser militer D9 di dekat persimpangan industri di pusat Kota Gaza. Mujahidin al-Qassam menargetkan tank Zionis dengan peluru al-Yassin 105, bentrok dengan tentara yang mengelilinginya, dan menyebabkan mereka tewas dan terluka di poros barat Kota Gaza. Selain itu, Brigade al-Qassam menargetkan tank Zionis dengan peluru al-Yassin 105 di poros barat laut Kota Gaza.

Sedangkan, Brigade al-Quds dari Jihad Islam Palestina melansir bahwa mereka menargetkan dua tank Merkava dan sebuah buldoser militer D9 dengan peluru RPG di poros barat daya Khan Younis.

“Kami terlibat dalam bentrokan sengit dengan tentara dan kendaraan musuh Zionis di barat dan selatan Kota Gaza. Kami mengebom kumpulan tentara dan kendaraan musuh di sebelah timur kamp al-Maghazi di Jalur Gaza tengah dengan mortir.” Brigade al-Quds juga menyatakan berhasil menembak seorang tentara Zionis di atas tanknya yang menyusup di barat daya Khan Yunis.

Sementara itu, kelompok Hizbullah di Lebanon juga terus melakukan operasi militer melawan musuh pendudukan Israel di sepanjang perbatasan. Kemarin, Hizbullah mengumumkan penargetan pasukan pendudukan Israel di Tel Tayhat dengan roket, yang mengakibatkan serangan langsung.

Pada saat yang sama, media Israel mengkonfirmasi peluncuran rudal dari Lebanon menuju pemukiman al-Manara di wilayah pendudukan Upper al-Jalil. David Azoulay, ketua dewan pemukiman Metulla, mengumumkan secara terbuka bahwa 130 unit rumah pemukim dari 650 unit telah rusak sejak operasi Hizbullah dimulai di utara.

Saat wawancara dengan Saluran 12 Israel, Azoulay menyatakan, “Ada seluruh jalan di Metula yang tidak dapat dimasuki atau dilalui pada siang hari karena takut akan roket Hizbullah.” Dia lebih lanjut menyebutkan, “Kementerian pemerintah menganiaya kami secara pribadi.”

Pada saat yang sama, media Israel mengonfirmasi peluncuran rudal dari Lebanon menuju pemukiman al-Manara di wilayah pendudukan al-Jalil. Beberapa hari yang lalu, para pejabat Israel mengakui bahwa perlawanan Lebanon berhasil mengosongkan permukiman di wilayah utara Palestina yang diduduki tanpa menggunakan kekuatan apa pun.

(sumber: republika.co.id)

Komentar