BI Sulteng Siapkan Rp2,86 Triliun, Jamin Ketersediaan Uang Saat Ramadan

-Utama-
oleh

PALU – Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulteng menyiapkan dana sebesar Rp2,86 triliun guna menjamin ketersediaan uang tunai saat Ramadan dan Lebaran 2026.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna menegaskan bahwa BI Sulteng senantiasa memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, pecahan sesuai, tepat waktu dan layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Tahun ini kami menyiapkan uang rupiah sebesar Rp2,86 triliun atau meningkat 39 persen dibandingkan Ramadan 2025,” tegas Muhamad Irfan Sukarna saat kick off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Gebyar Ramadan Sulteng di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Rabu (18/2/2026).

Irfan merinci, kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri 2026 secara nasional diproyeksikan mencapai Rp186 triliun atau tumbuh 15,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh pembayaran THR bagi ASN, TNI/Polri dan sektor swasta, tradisi berbagi masyarakat, pencairan bantuan sosial, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi serta potensi penambahan masa libur.

Untuk memastikan layanan berjalan optimal, Bank Indonesia Sulteng menempuh sejumlah langkah strategis seperti meningkatkan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, serta menghadirkan layanan peduli mudik di Pelabuhan Donggala.

Kemudian, memperkuat sinergi dengan perbankan melalui pembukaan layanan penukaran uang di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk hingga Pasangkayu.

Layanan ini melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

BI Sulteng, sambung Irfan, juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PINTAR guna memastikan proses penukaran uang berjalan tertib, merata dan transparan.

Seluruh layanan penukaran uang dalam rangka SERAMBI 2026 berlangsung pada 18 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan target menjangkau lebih dari 16 ribu penukar atau dua kali lipat dibandingkan Ramadan 2025.

“Selain memastikan kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia Sulteng juga menggelar Gebyar Ramadan 1447 H pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 13 Februari 2026,” terangnya.

Gebyar Ramadan mengintegrasikan tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah. 

Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah melalui Halal Value Chain dengan membuka akses pasar bagi UMKM binaan dari Palu, Sigi, dan Donggala.

Kedua, penguatan keuangan syariah melalui perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM dan akselerasi digitalisasi ZISWAF.

Ketiga, peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah serta penguatan halal lifestyle melalui berbagai kompetisi kreatif, dakwah, konten, adzan, dan Sharia Youth Competition (SYC).

Rangkaian kegiatan juga mencakup Tablig Akbar, Seminar Perluasan ZISWAF, serta Sosialisasi Ekonomi Syariah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Sulteng.

Irfan Sukarna berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap juga kegiatan ini dapat menjaga stabilitas sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan penuh berkah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, mengapresiasi langkah yang ditempuh BI Sulteng guna memberi rasa aman dan nyaman bagi umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa dan Lebaran.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BI Sulteng beserta seluruh jajaran dan mitra perbankan yg telah menginisiasi dan mendukung pelaksanaan SERAMBI 2026,” tutur Rudi.

Dia menambahkan, kegiatan SERAMBI dan Gebyar Ramadhan Sulteng ini adalah wujud nyata sinergi antara BI, perbankan dan Pemda Sulteng dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat.

“Setiap momen ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan uang tunai makin meningkat. Seiring dgn tingginya aktivitas ekonomi, sosial maupun keagamaan. Kehadiran SERAMBI menjadi sangat strategis. Tidak hanya menjamin kelancaran transaksi ekonomi, namun menjamin tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah,” tegas Rudi Dewanto. GUS

Komentar