Sabtu, 15 Agustus 2026
BREAKING

Ini Kronologi Tujuh Tentara AS Tewas Bentrokan di Kapal Induk Abraham Lincoln

SEBANYAK tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan hebat di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Foto/US Navy

TEHERAN– Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan hebat di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden ini mencerminkan meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal serta tekanan yang kian memuncak di dalam militer AS akibat masa penugasan yang berkepanjangan.

Bentrokan maut tersebut dilaporkan media Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer tepercaya.

Kronologinya adalah dimulai ketika seorang penasihat bagi komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke kapal induk itu untuk menanggapi keluhan yang kian meningkat dari para awak. Keluhan-keluhan itu sudah muncul dan menuai protes dari keluarga para awak terkait lamanya masa penugasan kapal induk Abraham Lincoln.

Penasihat itu dilaporkan disambut dengan sorakan cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan kumpulan personel. Sumber militer itu melanjutkan, konfrontasi kemudian memuncak menjadi perkelahian antar-awak yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, yang mengakibatkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya terluka.

Suasana di atas kapal induk itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu. Kapal USS Abraham Lincoln telah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut terhadap Iran.

Kapal induk ini telah menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut—masa penugasan berkelanjutan terlama bagi kapal induk AS mana pun di era modern—kecuali untuk satu persinggahan singkat di Oman pada bulan Juli.

Laporan mengenai kekerasan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan dan kerja yang dihadapi oleh sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas kapal induk tersebut.

Para personel dilaporkan memprotes pasokan makanan yang tidak memadai; porsi makan bahkan dikurangi hingga hanya tersisa setengah cangkir nasi dan dua potong daging. Fasilitas binatu kapal juga tidak beroperasi selama dua minggu, sementara keberadaan jamur di area kamar mandi telah menyebabkan infeksi jamur di kalangan awak kapal.

Keluarga para personel militer telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, serta dampak dari tempo operasional yang berkepanjangan terhadap kemampuan awak kapal dalam menjalankan tugas mereka dengan aman.

Dalam sebuah pertemuan di San Diego pada hari Kamis, sekitar 200 kerabat mendesak Penjabat Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao, untuk menanggapi kondisi di atas kapal induk tersebut serta ketidakjelasan tanggal kepulangan para awak kapal.

Hingga kini, Pentagon belum berkomentar atas laporan bentrokan maut antar-awak kapal induk Abraham Lincoln. Laporan kematian di atas kapal Abraham Lincoln ini menyusul insiden serius lainnya yang melibatkan kapal USS Gerald R. Ford.

Pada 12 Maret 2026, di mana kebakaran terjadi di area tempat tinggal yang menampung sekitar 600 awak kapal, menyebabkan 200 personel terluka. Kapal Gerald R. Ford kemudian membawa para korban luka ke fasilitas angkatan laut di Pulau Kreta, Yunani, sebelum akhirnya terpaksa kembali ke Amerika Serikat.

(sumber: sindonews.com)

SultengTerkini

Ini Kronologi Tujuh Tentara AS Tewas Bentrokan di Kapal Induk Abraham Lincoln