Senin, 20 Juli 2026
BREAKING

Gubernur Anwar Usul Tiap ASN Pemprov Sulteng Tanam Satu Pohon

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid secara resmi menutup rangkaian Environmental Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Gedung Pogombo kantornya, Ahad (28/6/2026) malam. FOTO: BIRO ADPIM

PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid secara resmi menutup rangkaian Environmental Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Gedung Pogombo kantornya, Ahad (28/6/2026) malam.

Pada acara penutupan tersebut, gubernur didampingi Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan dan Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido.

Festival yang berlangsung selama beberapa hari itu menghadirkan pameran lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, aksi penghijauan, hingga melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pegiat lingkungan.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

Menurutnya, pembukaan kawasan hutan untuk perkebunan maupun pertambangan memang memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, tetapi seluruh aktivitas tersebut wajib memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Yang harus kita lakukan adalah menjaga agar hutan tetap lestari, lingkungan tetap asri, sementara pemanfaatan sumber daya alam berjalan dengan tata kelola yang baik,” tegasnya.

Dia mengibaratkan pengelolaan lingkungan seperti seorang ibu yang melahirkan.

Prosesnya memang tidak dapat dihindari, tetapi harus dijaga agar tidak menimbulkan kerusakan yang membahayakan.

Karena itu, gubernur meminta seluruh perusahaan pertambangan menerapkan prinsip good mining practice agar aktivitas pertambangan tidak merusak lingkungan.

Dia mencontohkan pengalaman saat bertugas di Sorowako, Sulawesi Selatan, di mana aktivitas pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan kelestarian Danau Matano dan Danau Towuti.

Selain tata kelola pertambangan, gubernur juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum membangun kesadaran kolektif dalam menjaga alam.

Dia mengungkapkan, dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah sekitar 3,7 juta jiwa, daerah ini akan memiliki dampak besar bagi lingkungan apabila setiap orang menanam minimal satu pohon.

“Kalau setengah saja dari jumlah penduduk menanam satu pohon, Sulawesi Tengah akan tetap hijau dan lestari,” ujarnya.

Gubernur juga kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap maraknya penebangan pohon penghijauan, khususnya pohon-pohon yang telah ditanam para pemimpin terdahulu.

Menurutnya, pohon bukan sekadar penghias kota, tetapi menjadi penyangga ekosistem, penghasil oksigen, penyerap karbon, sekaligus peneduh yang menjaga kualitas lingkungan.

Dia bahkan mengusulkan agar setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng menanam sedikitnya satu pohon.

Dengan jumlah ASN sekitar 18 ribu orang, gerakan tersebut diyakini mampu menghadirkan ribuan pohon baru sebagai kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan.

Tidak hanya soal penghijauan, gubernur juga mendorong masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah.

Menurutnya, sampah tidak lagi sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui proses daur ulang.

Gubernur juga meminta Dinas Lingkungan Hidup memperkuat gerakan tanam pohon dengan menyediakan bibit dalam jumlah besar serta menggandeng perusahaan untuk membangun pusat-pusat pembibitan.

Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bibit pohon untuk ditanam di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh masyarakat.

Dia mengutip pesan dalam Al Quran bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah manusia, sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam.

Pada kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Environmental Fest 2026, termasuk perusahaan, komunitas lingkungan, relawan, dan para donatur yang turut membantu penanganan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sigi.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan gerakan menjaga lingkungan sebagai budaya bersama. CAL

SultengTerkini

Gubernur Anwar Usul Tiap ASN Pemprov Sulteng Tanam Satu Pohon