Senin, 14 September 2026
BREAKING

Jangan Sepelekan Mata Merah, Bisa Jadi Tanda Infeksi Berat Bahkan Glaukoma

ILUSTRASI mata merah. Shutterstock/Domaskina)

JAKARTA– Mata merah adalah salah satu keluhan kesehatan mata yang paling sering dialami banyak orang. Karena sangat umum, banyak yang menganggap kondisi ini sekadar iritasi ringan akibat debu, kurang tidur, atau kecapekan yang biasa sembuh hanya dengan tetes mata biasa.

Padahal, mata merah hanyalah sebuah gejala luar. Di baliknya, bisa terdapat berbagai kondisi medis, mulai dari luka kornea, infeksi bakteri atau jamur, hingga serangan glaukoma akut yang mengancam penglihatan.

Kapan Mata Merah Harus Dicurigai Bukan Cuma Iritasi Biasa?

Iritasi ringan akibat debu atau angin umumnya akan membaik bertahap setelah mata dibersihkan atau ditetesi pelembap dari air mata buatan.

Namun, ada beberapa kondisi dan gejala penyerta yang menadakan bahwa masalah di mata jauh lebih serius.

Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC) dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K) membeberkan tanda-tanda utama yang harus membuat seseorang curiga dan segera memeriksakan diri ke dokter mata, di antaranya sebagai berikut.

* Penglihatan buram atau menurun: tajam penglihatan mulai mengabur tidak seperti biasanya.
* Warna merah makin pekat: warna merah di mata tidak kunjung memudar, melainkan bertambah hebat.
* Nyeri dan pembengkakan: kelopak atau area sekitar mata bertambah bengkak dan rasanya semakin sakit.
* Gejala permanen atau memburuk: keluhan tidak hilang setelah beberapa hari atau justru bertambah parah sejak pertama kali dirasakan.

Beragam Kemungkinan Penyebab di Balik Mata Merah

Mengapa mata merah tidak bisa langsung disimpulkan sebagai iritasi biasa? Menurut dr Rini, struktur mata sangat kompleks dan gejala merah bisa dipicu oleh berbagai macam penyakit.

“Karena merah itu bisa ada banyak penyebabnya. Burem itu bisa ada banyak penyebabnya. Gitu,” ujar dr Rini ketika ditemui oleh Detikcom pada Rabu (9/9/2026).

Beberapa kemungkinan penyebab mata merah yang sering tidak disadari meliputi:

1. Luka Kornea yang Dalam dan Infeksi

Jika gesekan debu atau benda asing melukai kornea cukup dalam, lapisan mata tidak bisa menutup sendiri hanya dengan dibilas air.

Luka terbuka ini menjadi jalan masuk bagi bakteri atau jamur untuk berkembang biak dan memicu infeksi berat.

“Kalau udah iritasi nih kelopek doang, ya. Terus abis itu makin dalam abis itu dia bisa infeksi. Kenapa? Karena ada port the entry atau tempat masuknya bakteri. Ini kan ada banyak kotoran yang kita gak tahu. Gitu,” ungkapnya.

2. Perdarahan Lapisan Mata

Mengucek mata terlalu keras saat iritasi bisa memecahkan pembuluh darah halus di bawah lapisan konjungtiva (bagian putih mata).

Meski terlihat mengerikan karena sebagian mata memerah pekat, kondisi perdarahan luar ini umumnya tidak berbahaya dan terserap alami dalam satu hingga dua minggu.

Namun, jika ada luka tembus atau benda asing menancap, pemeriksaan medis tetap mutlak diperlukan.

3. Benda Asing yang Menancap

Partikel kasar seperti pasir atau abu vulkanik bisa saja terselip dan menancap di kornea. Sensasi ganjal tidak akan hilang meskipun mata sudah dibilas air mengalir.

Apakah Glaukoma Termasuk Salah Satu Penyebab Mata Merah?

Ya, glaukoma bisa menjadi salah satu penyebab mata merah, terutama pada jenis serangan akut.

dr Rini menjelaskan, glaukoma terbagi menjadi beberapa jenis. Pada glaukoma primer sudut tertutup, terjadi peningkatan tekanan bola mata secara mendadak yang disertai rasa sakit luar biasa dan mata memerah.

“Tapi glaukoma primer dengan sudut tertutup, ini yang punya tiba-tiba serangan akut. Kesakitan mendadak, butanya juga bisa terjadi secara mendadak. Gitu,” ucapnya.

Selain serangan akut, mata merah juga sering dialami oleh pasien glaukoma yang sedang menjalani pengobatan obat tetes jangka panjang atau pasien yang pernah melakukan operasi glaukoma.

Pada pasien pasca-operasi, iritasi, atau gesekan pada mata bisa berisiko merobek bekas saluran operasi dan menjadi pintu masuk infeksi berbahaya.

Hindari Mengobati Sendiri di Rumah

Karena penyebab mata merah sangat beragam, memeriksakan diri ke dokter spesialis mata adalah langkah paling aman. Dokter membutuhkan alat khusus seperti slit lamp untuk memperbesar tampilan kornea dan menentukan diagnosis secara presisi.

Hindari membeli obat tetes mata keras (berlogo lingkaran merah) tanpa resep dokter. Untuk pertolongan pertama, cukup gunakan air mata buatan (artificial tears) untuk menenangkan mata.

Jika rasa perih, pandangan kabur, atau warna merah tak kunjung mereda, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

(sumber: detik.com)

SultengTerkini

Jangan Sepelekan Mata Merah, Bisa Jadi Tanda Infeksi Berat Bahkan Glaukoma