Banjir Bandang Terjang Pakuli, Ribuan Warga Mengungsi

-Sigi, Utama-
oleh

SIGI– Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah membangun satu dapur umum di Desa Pakuli Utara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi banjir bandang di desa tersebut.

“Untuk penanganan jangka pendek kami membangun dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi,” kata Kepala Dinas Sosial Sigi, Ariyanto saat dihubungi dari Palu, Selasa (25/10/2022).

Banjir bandang melanda Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, pada Senin (24/10) sekira pukul 20.30 Wita.

Banjir bandang disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Gumbasa, sehingga air sungai tersebut meluap ke pemukiman warga.

Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Gumbasa, sekira 180 rumah terendam banjir dan dua rumah rusak berat, 103 kepala keluarga mengungsi di Masjid Al-Anshar, 254 kepala keluarga atau 1.214 jiwa mengungsi di rumah kerabat dan saudara.

Ariyanto mengatakan satu dapur umum dibangun di lokasi pengungsian di Masjid Al-Anshar, dengan menyediakan logistik awal berupa 300 kilogram beras, 50 dos air mineral, 20 dos makanan siap saji, 20 dos mie instan, perlengkapan bayi dan matras.

Selain itu, Dinsos Sigi juga melakukan pendataan warga untuk menyediakan data terpilah.

“Kami juga membantu melakukan evakuasi warga dan barang- barang berharga milik warga,” ujarnya.

Berdasarkan Data Pemerintah Kecamatan Gumbasa, dusun 1 RT 1, 2,3 dan 4 serta Dusun II RT 5 dan 6 terdampak banjir bandang yang menyebabkan jalan Poros Palu-Kulawi sepanjang 800 meter mengalami kerusakan.

Selain itu, data Pemerintah Kecamatan Gumbasa juga menyebut beberapa fasilitas umum juga terdampak, seperti pasar (rusak berat), kantor desa, balai pertemuan, SDN 1 Pakuli, dua rumah ibadah, dan Kantor Balai BKKBN tingkat kecamatan.

Banjir bandang yang terjadi di Desa Pakuli Utara pada Senin (24/10), merupakan banjir bandang yang ketiga kalinya sejak September-Oktober 2022. Banjir pertama terjadi pada Selasa 6 September 2022. Kemudian bencana yang sama terjadi pada Selasa (11/10) dan ketiga pada Senin (24/10). ANT

Komentar